TNI TANAM KEDELAI BERSAMA, WUJUDKAN SWASEMBADA PANGAN
NGANJUK - Untuk pertama kalinya petani yang tergabung dalam lembaga masyarakat desa, memanen tanaman kedelai, dari pencananganan program pelruasan area tanam yang dicanangkan menteri pertanian, bekerja sama dengan TNI, Perhutani dan Petani. Hasilnya dari 3 Kecamatan, seluas 95 Hektare, petani telah memanen 80 ton kedelai.
Program swasembada pangan yang dicanangkan Menteri Pertanian, mulai menunjukkan hasilnya, terutama program swasembada kedelai, untuk mengurangi angka import kedelai luar negeri masuk ke Indonesia. Untuk pertama kalinya, sejak dilakukan penanaman serentak di 5 temapt di wilayah Nganjuk, petani yang tergabung di lembaga masyarakat Desa Huta atau LMDH, memanen perdana.
Panen perdana di lakukan di wilayah perhutani RPH Awar-awar Minthil. Petak I Dusun Awar-awar Desa Mancon Wilangan. Selain dihadiri perwakilan Kodim 0810, Dinas Pertanian, dan Perhutani. Dari 5 kawasan yang kemarin melakukan penananman serentak yakni kawasan Wilangan, Bagor, Rejoso, Jatikalen dan Lengkong. 3 kaawasan dengan luas 95 Hektare panen perdana, dengan hasil total 80, 75 ton.
Mayor Infanteri Edy Sunarko mengungkapkan, di Nganjuk sedikitnya ada 1000 hektare lebih area tanam yang dilakukan untuk penanaman kedelai serentak. Namun hingga bulan Februari baru 489 Hektare lahan yang sudah ditanami, karena stok bibit yang diterima baru 43 ton atau separuh dari jumlah relaisasi benih sebesar 72 ton. Di panen perdana ini, ada 3 kawasan yang melakukan panen dengan luas mencapai 95 Hektare lahan. Seluruh hasil panen akan dibeli bulog, sebagai mitra Dinas Pertanian, dengan harga minimal Rp. 8500,- perkilogram.
Sementara itu wakil sub divisi regional Jawa Timur mengungkapkan, sebanyak 23000 Hektare lokasi perhutani yang dicanangkan dalam program perluasan area tanam dan berada di 24 Kabupaten di seluruh Jawa Timur, yang salah satunya Nganjuk.
Ketua LMDH Sido Makmur, Arbai menyebut, hasil panen kali ini sudah cukup lumayan, karena memang kontur tanah yang keras menyebabkan tumbuh kedelai kurang maksimal meski begitu Ia mengaku optimis dipanen yang mendatang akan lebih baik, karena tanah sebelumnya sudah mulai menggembur. Dengan hasil rata-rata 700 Kg sampai 1 ton perhektare. Apalagi dengan ketetapan harga Rp. 8500,- yang dibeli pemerintah.
Usai melakukan panen perdana, secara serentak juga melakukan penanam kembali kedelai, kegiatan ini akan terus dilakukan hingga swasembada kedelai, terpenuhi. (red_ )

Posting Komentar untuk "TNI TANAM KEDELAI BERSAMA, WUJUDKAN SWASEMBADA PANGAN"