Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Loading...

TEKAN ANGKA KECELAKAAN WARGA BANGUN JALAN ALTERNATIF DI BAWAH JEMBATAN JALUR PROVINSI




NGANJUK - Tekan angka kecelakaan sejumlah warga kabupaten Nganjuk bangun jalan alternatif penyeberangan di bawah jembatan jalur provinsi Nganjuk Surabaya, sejumlah warga mengaku terpaksa membangun jalan tersebut karena tingginya arus lalu lintas jalur provinsi Nganjuk Surabaya, sehingga warga merasa takut untuk menyeberang, terutama bagi para pelajar yang ingin berangkat bersekolah di seberang jalan.

Sejumlah warga desa Nglawak dan desa Pelem kecamatan Kertosono Nganjuk, bergotong royong membangun jalan alternatif penyeberangan dibawah jembantan kliter, jalur provinsi  Nganjuk Surabaya. Jalan alternatif tersebut di bangun atas inisiatif warga, mengingat tingginya arus lalu lintas  yang  sewaktu waktu dapat mengancam keselamatan warga yang akan melalukan penyeberangan.

Selain itu, tingginya angka kecelakaan juga menjadi salah satu alasan warga untuk membangun jembatan alternatif tersebut. Jembatan yang di bangun sejak awal Januari itu, rencananya hanya akan dapat dilalui para pengendara motor dan sepeda saja, hingga saat ini warga ke 2 desa tersebut menggalang dana pembangunan jembatan dengan cara bergotong-royong dari iuran warga sekitar.
Ahmad Roji salah satu warga menjelaskan, dibutuhkan dana sekitar 50 juta rupiah untuk dapat menyelesaikan bangunan jembatan. Warga 2 desa yang mayoritas pelajar dan para petani mengaku takut, saat akan menyeberang di jalur provinsi karena padatnya arus lalu lintas kendaraan.


Dirinya berharap pasca di bangunnya jalan alternatif tersebut, aktivitas warga tidak lagi terhambat karena takut dan was-was saat akan menyeberang jalan. Selain itu, jalan alternatif tersebut juga akan mengurangi kemacetan jelang arus mudik lebaran yang akan datang. (red_ )




Posting Komentar untuk "TEKAN ANGKA KECELAKAAN WARGA BANGUN JALAN ALTERNATIF DI BAWAH JEMBATAN JALUR PROVINSI"