WARGA RESAH AKIBAT KRISIS AIR BERSIH NGANJUK
NGANJUK - Memasuki musim kemarau, kekeringan mulai melanda di sejumlah wilayah di kabupaten Nganjuk. Sejumlah warga pun mengaku, kesulitan mendapatkan air bersih sejak dua bulan terakhir. Alhasil, warga harus rela mengambil air ke ke sumur yang jauh dari pemukiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Memasuki musim kemarau tahun ini, kesulitan air bersih melanda 9 desa di 4 kecamatan di Nganjuk. Sumur-sumur timba warga mulai mengering, pasokan air dari beberapa sumur warga juga tidak mencukupi kebutuhan ratusan kepala keluarga.
Dari data BPBD Nganjuk, krisis air terjadi di 9 desa di 4 kecamatan yang berbeda, yakni desa Ngepung kecamatan Lengkong, desa Tempuran, desa Gampeng ,desa Lengkong Lor kecamatan Ngluyu, desa Karangsemi, desa Losari, desa Balonggebang desa Ketawang, kecamatan Godang dan desa Ngangkatan kecamatan Rejoso.
Raswati, salah satu warga mengaku sudah hampir 2 bulan mengalami kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, ia terpaksa harus mengambil dari sumber mata air yang jauh berada di tengah hutan. Sedangkan untuk keperluan mandi dan mencuci, Raswati hanya mengandalkan air dari sumur persawahan yang tak jauh dari rumahnya.
Kepala BPBD kabupaten Nganjuk mengatakan, BPBD juga sudah menyusun berbagai program ketika memasuki puncak musim kemarau nanti. Salah satunya dengan membuat sumur bor dan tandon air, untuk memenuhi kebutuhan air warga.
Sedikitnya terdapat 9 desa di 4 kecamatan di Nganjuk yang termasuk dalam kategori siaga krisis air bersih. Dalam waktu dekat, pemerintah bersama BPBD kabupaten Nganjuk akan melalukan droping air bersih secara rutin ke sejumlah desa yang membutuhkan. (red_ )

Posting Komentar untuk "WARGA RESAH AKIBAT KRISIS AIR BERSIH NGANJUK"