Kasus DBD Meningkat, Ibu Bupati Kunjungi Pasien DBD di RSUD Kertosono
NGANJUK - Salah satu rumah sakit yang menangani kasus demam berdarah paling banyak adalah rumah sakit umum daerah Kertosono Nganjuk. Di rumah sakit ini dalam bulan Januari tahun ini saja tercatat sudah 161 pasien yang harus ditangani, akibat demam berdarah yang disebabkan nyamuk aides aigepty.
Dari total sebanyak itu 127 merupakan anak-anak. Sementara orang dewasa yang ikut terserang mencapai 54 orang. Inggar salah satu orang tua yang merawat anaknya akibat diserang demam berdarah mengaku, panas anaknya mencapai hampir 40 derajat celcius.
Setelah di uji lab diketahui penyebabnya akibat gigitan nyamuk aides aigepty. Setelah dirawat beberapa hari, kini kondisi buah hatinya mulai berangsur membaik. Kasus demam berdarah terkelompok menjadi 2, yakni kasus demam berdarah dengue yang membuat kesehatan penderitanya cukup mengkhawatirkan, dan satu lagi yang suspek DBD atau yang biasa disebut dengan demam dengue.
Hingga tanggal 22 januari 2019, tercatat 223 pasien mulai dari yang suspek DBD hingga DBD.
Sementara yang terserang demam dengue, tercatat sebanyak 27 pasien. Yuni Sophia, ketua PKK Nganjuk dalam kunjungannya mengungkapkan angka ini meningkat dibanding bulan yang sama pada tahun 2018, terdapat 25 pasien yang terserang DBD.
Meski terbilang meningkat, statusnya belum masuk ranah kejadian luar biasa, karena peningkatannya tidak mencapai 2 kali lipat. Sementara itu untuk menanggulangi menyebarnya kasus ini, bunda Yuni Sophia mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan melakukan tiga M, yakni menguras, menutup, dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarangnya nyamuk. (red_ )

Posting Komentar untuk "Kasus DBD Meningkat, Ibu Bupati Kunjungi Pasien DBD di RSUD Kertosono"