Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Loading...

Beginilah Keindahan Toleransi Antar Umat Dalam Pawai Ogoh-Ogoh




JOMBANG - Tak mau kalah dengan umat Hindu di Bali, jelang hari raya nyepi, ratusan umat Hindu di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, juga menggelar  tawur agung atau pawai ogoh-ogoh, Rabu sore. Uniknya, pawai ini bukan hanya di ikuti umat Hindu saja, melainkan 3 umat sekaligus. Ini dilakukan, untuk menjaga toleransi antar umat beragama yang ada di lingkungan setempat.

Meski begitu bagi umat Hindu, ogoh-ogoh merupakan simbol roh jahat  yang mereka arak keliling desa sebelum akhirnya dibakar beramai-ramai sebagai simbol memusnahkan sifat jahat dan hawa nafsu.

Puluhan ogoh-ogoh atau patung dengan berbagai bentuk yang menyeramkan ini, di arak ribuan umat Hindu di desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu sore.
Di sepanjang perjalanan, patung ogoh-ogoh ini terus bergerak ke sana kemari hingga membuat puluhan warga yang memikulnya kewalahan.

Yang menjadi berbeda dari daerah lain. Pawai ogoh - ogoh di Jombang ini, justru di ikuti 3 warga agama sekaligus. Seperti umat Kristen, umat Islam serta umat Hindu. Ikutnya sejumlah warga berkeyakinan selain Hindu, di pawai ogoh - ogoh, di harapkan bisa menjaga kerukunan antar umat beragama lainya.

Meski begitu, bagi umat Hindu, kirap ogoh-ogoh ini merupakan ritual yang rutin mereka lakukan sehari sebelum merayakan hari raya nyepi. Setelah sampai di ujung desa, puluhan ogoh-ogoh tersebut kemudian mereka musnahkan dengan cara dibakar beramai-ramai.

Selama ini, ogoh-ogoh di yakini oleh umat Hindu sebagai bentuk dari roh jahat dan hawa nafsu manusia. Dengan memusnahkan roh jahat yang mengganggu tersebut diharapkan saat menjalankan tapa brata Penyepian pada hari raya nyepi besok bisa berjalan lancar dan aman tanpa gangguan. (red_ )

Posting Komentar untuk "Beginilah Keindahan Toleransi Antar Umat Dalam Pawai Ogoh-Ogoh"