Manfaatkan Limbah Kayu Untuk Miniatur Kereta Api Pemuda Raih Omzet Jutaan Rupiah
JOMBANG - Berawal dari banyaknya limbah kayu triplek yang tak terpakai disekitar rumahnya, seorang pemuda di Kabupaten Jombang Jawa Timur, berhasil meraub bisnis kerajainan tangan berupa miniatur kereta api. Dalam sebulan, ia mengaku bisa mengerjakan 5 sampai 10 miniatur dengan omzet jutaan rupiah. Simak liputan selengkapnya.
Beginilah keseharian Feri Koirul 28 tahun, pemuda kreatif asal desa Jombang, Kecamatan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ya, di bengkel rumahnya inilah, ia berhasil menyulap limbah kayu triplek yang tak lagi terpakai menjadi sebuah miniatur kereta api bernilai ekonomis.
Keahlihanya ini didapat dari ayahnya yang menjadi tukang kayu. Setelah dilihat banyak kayu triplek yang tak terpakai, kemudian ia manfaatkan untuk membuat miniatur kereta api. Dalam proses pembuatan satu miniatur kereta api, dibutuhkan waktu 3 hari. Sehingga dalam satu bulan ia bisa memproduksi 5 hingga 10 miniatur.
Untuk harga, ia tak memiliki patokan tersendiri. Sebab harga menyesuaikan kesulitan dan keunikan miniatur kereta api yang dipesan pelangganya. Selain itu, semakin kecil ukuran miniatur kereta, maka harganya juga semakin mahal. Karena kesulitan dalam proses pembuatanya.
Satu kereta api berukuran 60 sampai 70 sentimeter bisa dihargai 500 hingga 700 ribu. Untuk ukuran dibawahnya, bisa mencapai hingga 1 juta rupiah. Uniknya miniatur membuat, kerajinan tangan yang dimiliknya kini banyak diburu sejumlah pecinta kereta api mulai dari surabaya hingga ke Jakarta.
Berkat ketekunan dan kerajinan yang dibuatnya, kini Feri bisa mengantongi penghasilan 5 hingga 7 juta rupiah perbulan. Yang hanya memanfaatkan kayu triplek limbah bekas. Fery berharap, kerajinannya dapat terus berkembang hingga ke manca negara. Sebab, ia mengaku mampu menyajikan kreatifitas tangan yang lebih menakjubkan. (red_ )

Posting Komentar untuk "Manfaatkan Limbah Kayu Untuk Miniatur Kereta Api Pemuda Raih Omzet Jutaan Rupiah"