Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Loading...

Ditengah Pandemi Covid 19, Pedagang Bendera Musiman Alami Penurunan Omset Drastis

 

NGANJUK - Pandemi covid 19 yang belum berakhir membuat sepi pembeli bendera merah putih, sehingga pedagang musiman bendera merah putih megalami penurunan omset yang signifikan dibandingkan tahun sebelum terjadinya pandemi covid 19. Kendati demikian pedagang bendera musiman yang datang dari luar Kabupaten Nganjuk tetap menjajakan bendera dengan berbagai model dan ukuran. 

Pandemi covid 19 yang belum berakhir pada tahun 2021 ini membuat pedagang bendera merah putih musiman pada bulan Agustus ini di sepanjang jalan protokol Kabupaten Nganjuk sepi pembeli, sehingga pedagang  cenderung merugi, ditambah pedagang yang berasal dari luar kota harus mengeluarkan ongkos yang cukup mahal untuk perjalanan dan swab PCR. 

Salah satunya kurniawan pedang bendera merah putih yang menjajakan dagangannya di jalan Diponegoro Kabupaten Nganjuk, ia datang dari Garut bersama dengan sejumlah teman-temannya sejak 21 Juli 2021 kamarin, yang juga menjajakan bendera merah putih diberbagai sudut di Kabupaten Nganjuk. Sedangkan bendera merah putih yang dijual Kurniawan menawarkan berbagai model dan ukuran bendera dengan harga berviariasi, seperti bendera background yang ditawarkan mulai dari harga 200 ribu hingga 250 ribu, bendera model persegi ditawarkan mulai harga 20 ribu hingga 50 ribu, bendera model umbul-umbul ditawarkan mulai dari harga 25 ribu hingga 50 ribu serta bendera dengan model bandir ditawarkan mulai dari harga 35 ribu hingga 50 ribu. Yang dijajakannya mulai pukul 06.00 hingga pukul 16.30 WIB. 

Kurniawan menduga sepinya minat pembeli ini karena situasi masih pandemi covid 19, sehingga kegiatan masyarakat yang biasanya ramai digelar setiap peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia seperti karnaval dan berbagai macam perlombaan untuk sementara waktu ditiadakan, serta adanya sejumlah penyekatan sejumlah ruas jalan, sehingga hal ini berpangaruh pada omsetnya yakni sekitar 5 juta rupiah, padahal sebelum adanya pandemi covid 19 omset yang ia peroleh dapat mencapai 20 juta rupiah. 

Kendati demikian Kurniawan mengaku telah memulai berjualan bendera musiman ini sejak 2011 di Kabupaten Nganjuk, sedangkan ia memilih mejajakan dagangannya pada setiap tahunnya di Kabupaten Nganjuk karena warga Nganjuk terbilang ramah kepada para pendatang sepertinya. (red_ ) 

Klik link dibawah ini untuk melihat liputannya :

Posting Komentar untuk "Ditengah Pandemi Covid 19, Pedagang Bendera Musiman Alami Penurunan Omset Drastis"