JEMBATAN LAMA KERTOSONO NYARIS AMBRUK
NGANJUK - Akibat debit air disungai brantas mengalami kenaikan dan derasnya arus, jembatan bersejarah yang dibangun pada jaman penjajahan Belanda tersebut terlihat bengkok dan nyaris ambruk. Petugas Kepolisisan langsung menutup jembatan dengan memberi garis polisi, akibatnya masyarakat dan siswa sekolah yang biasanya melintasi jembatan akan dialihkan ke jembatan baru atau jalur utama Surabaya -Nganjuk dan harus bersaing bersama kendaraan besar dan berat.
Diduga karena debit air sungai brantas meningkat, jembatan bersejarah peninggalan jaman Belanda tersebut terlihat bengkok dan nyaris amburuk. Kondisi jembatan yang sudah rusak dan berkarat membuat Petugas Kepolisian menutup lokasi jembatan dengan memberi garis polisi.
Jembatan penghubung antar Kabupaten Jombang dan Nganjuk Desa Pelem Kecamatan Kertosono tersebut sudah lama ditutup namun sebagian warga masih menggunakanya. Akibat penutupan jembatan, aktifitas warga masyarakat dan siswa sekolah sedikit terhambat dan harus memutar arah.
Supriyo, salah satu anggota BPBD Nganjuk menjelaskan, kejadian amblasnya jembatan diketaui warga pada Pukul 02.30 dini hari. Diduga amblasnya jembatan karena debit air sungai brantas meningkat sehingga membuat tugu penopang jembatan amblas. Selain itu hampir putusnya jembatan diduga karena kontruksi jembatan yang sudah rusak termakan usia.
Akibat penutupan jembatan sejumlah siswa yang sering melintasi jembatan tersebut mengeluh, karena jika melewati jembatan baru mereka harus bersaing dengan kendaraan berat dan sering terjadi kemacetan.
Meski rusak jembatan bersejarah peninggalan belanda itu masih bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang menggunakan transportasi sepeda dan motor karena lebih aman dibandingkan melewati jalur utama jembatan baru yang padat arus lalu lintas. (red_ )

Posting Komentar untuk "JEMBATAN LAMA KERTOSONO NYARIS AMBRUK"