CUACA TAK MENENTU DAN MINIMNYA STOK SEBABKAN HARGA CABAI DAN TELUR NAIK
JOMBANG - Dampak cuaca buruk, harga telur dan cabe merangkak naik hingga 40 persen di pasar tradisional Jombang, Jawa Timur, Selasa siang. Akibatnya, sejumlah pedagang mengalami penurunan omzet dan sejumlah warga mengeluhkan mahalnya kebutuhan pokok seperti telur dan harga cabe.
Adanya cuaca buruk yang melanda di sejumlah pulau jawa, membuat harga telur ayam dan cabe di tingkat pasar di Jombang, Jawa Timur, terus merangkak naik. Di pasar Peterongan misalnya, di pasar tradisional ini, harga telur mencapai 26 ribu perkilogram, padahal sebelumnya hanya berkisar 20 ribu perkilo.
Sementara harga cabe rawit kini mencapai 55 ribu perkilogram, yang sebelumnya hanya mencapai 30 ribu perkilo. Untuk cabe merah, saat ini harga perkilo mencapai 35 perkilo yang sebelumnya hanya 29 ribu perkilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan terjadi sejak seminggu lalu, akibat minimnya stok telur dan ayam di tingkat petani dan peternak ayam. Karena banyaknya tanaman dan ayam di tingkat peternak yang setres akibat cuaca tak menentu. Sehingga ditingkat pasar telur dan cabe langka dan mengalami kenaikan drastis.
Akibatnya, omzet pedagang telur dan cabai menurun drastis akibat tingginya harga telur dan ayam.
Mahalnya harga telur dan cabe membuat masyarakat meminta agar pemerintah segera menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga telur dan ayam. (red_ )

Posting Komentar untuk "CUACA TAK MENENTU DAN MINIMNYA STOK SEBABKAN HARGA CABAI DAN TELUR NAIK"