Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Loading...

DINILAI ASAL-ASALAN PANCANG JEMBATAN PRAYUNGAN SUDAH DALAM KONDISI RETAK DALAM TAHAP PEMASANGAN




NGANJUK - Pembambangunan jembatan di kabupaten Nganjuk, pengerjaanya terkesan asal-asalan, seperti proyek jembatan di desa Prayungan kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk, terlihat pancang yang baru di pasang sudah dalam kondisi retak, serta pancang jembatan yang digunakan tidak sesui  RAB perencanaan awal.

Proyek pembangunan jembatan Prayungan, yang digarap CV Paramaya Yasa asal Malang tersebut, diduga pegerjaanya terkesan asal asalan. Terlihat dilokasi pengerjaan jembatan, tidak disertai bor papan nama pengerjaan proyek, serta save T, ke amanan pekerja proyek.

Data dari LPSE, jemabatan yang di anggarkan melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kabupaten Nganjuk tersebut, mencapai nilai lelang Rp. 1.830.750.000,00 M tersebut, dengan nilai penawaran Rp. 1.720.163.000,00  M. Namun pancang yang digunakan sudah dalam kondisi retak serta pancang yang seharusnya bulat dirubah ke kotak.

Bukan hanya retak, dari bawah terlihat pancang jembatan yang baru di pasang juga diberi penyangga besi. Menurut keterangan, Daan F. Aponno, selaku PPK Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang kabupaten Nganjuk, keretakan pancang tersebut tidak berpengaruh Siknifikan bagi kekuatan Jembatan. Serta Daan mengungkapkan daya dukung pancang kotak lebih besar dari pancang bulat.

Namun hal senada tidak sama dengan apa yang di ungkapkan Heri seorang praktisi jembatan, perubahan pancang bulat ke kotak harus di sertai ( Jastek ) Jastivikasi teknik dan perubahan pancang bulat ke kotak sangat berpengaruh bagi usia jembatan.

Heri juga menegaskan, pancang yang sudah dipasang dalam kondisi retak, seharusnya di copot atau di pancang lagi, agar tidak terjadi kesalahan kontruksi pondasi pembangunan jembatan, karena kesalahan kontruksi pancang akan berakibat fatal. (red_ )

Posting Komentar untuk "DINILAI ASAL-ASALAN PANCANG JEMBATAN PRAYUNGAN SUDAH DALAM KONDISI RETAK DALAM TAHAP PEMASANGAN"