Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Loading...

Bencana Kekeringan Meluas, Warga Krisis Air Layak Konsumsi

 


NGANJUK - Bencana kekeringan di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk semakin meluas, hingga saat ini, terpantau sudah 2 desa di 2 Kecamatan mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, warga terpaksa memanfaatkan air sungai dan sumber air di tengah hutan. Sementara akibat dari kekeringan ini, ratusan warga terdampak hanya bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.

Puncak musim kemarau yang berdampak pada krisis air bersih, di Kabupaten Nganjuk semakin meluas. Setelah Desa Ngepung Kecamatan Lengkong, kini bencana kekeringan juga terjadi di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Ngetos. Di Desa tersebut, sedikitnya 1323 jiwa atau 316 kepala keluarga dalam satu bulan terakhir mengalami krisis air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, para warga pun memanfaatkan aliran sungai dari desa tetangga. Aliran sungai itupun, kini kondisinya semakin surut dan keruh. Karena tak memiliki sumber mata air, para warga pun terpaksa menggunakan air sungai yang tak layak konsumsi tersebut untuk keperluan mandi dan memasak.

Haji Bismoko, kepala desa Oro-oro Ombo menjelaskan, setiap tahun, dampak krisis air bersih pada setiap musim kemarau ini pun selalu menjadi momok bagi warganya. Sebab, di desa ini tidak memiliki sumber mata air, sehingga pemerintah desa berupaya mendapatkan pasokan air dari aliran sungai watu lanang di desa tetangga. Tak hanya itu, agar aliran sungai dapat sampai ke desanya, warga pun membangun pipanisasi sepanjang 7 kilometer secara swadaya.

Ia menambahkan, di tahun ini pemerintah desa telah mendapatkan bantuan pengeboran sumber mata air dari dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan cipta karya provinsi Jawa Timur. Pihaknya berharap, dengan adanya bantuan ini, dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga.

Soekonjono, Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk  mengatakan, hingga kini pihaknya sudah melakukan droping air di 2 desa yang terdampak kekeringan. Setiap desa akan mendapatkan distribusi air bersih sebanyak 22 ribu liter, sesuai dengan jumlah warga terdampak. Rencananya, droping air bersih akan dilaksanakan  secara rutin setiap 2 hari sekali hingga musim kemarau usai.

Data dari BPBD Kabupaten Nganjuk, saat ini sebanyak 2181 jiwa atau 658 kepala keluarga dari dua desa di 2 kecamatan di Kabupaten Nganjuk terdampak krisis air bersih. Yakni, di Desa Ngepung Kecamatan Lengkong dan Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Ngetos. (red_ )

Klik link dibawah ini untuk melihat liputannya :

Posting Komentar untuk "Bencana Kekeringan Meluas, Warga Krisis Air Layak Konsumsi"