Kesal Penanganan Warga Yang Kena Covid Dinilai Buruk, Puskesmas Disegel Kepala Desa
JOMBANG - Geram penanganan kasus covid-19 dan pelayanan terhadap warganya di nilai buruk, seorang kepala desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, nekat menyegel kantor puskesmas Bandar Kedungmulyo karena di nilai, Kepala Puskesmas tidak koperaktif. Kepala desa juga menuntut kepala puskesmas dicopot dari jabatannya.
Kepada seluruh pejabat puskesmas Bandar Kedungmulyo, Zainal Arifin Kepala Desa mengungkapkan kekesalannya karena petugas dan pejabat puskesmas dinilai tidak bisa memberikan pelayanan baik kepada warganya.
Terlebih dalam penanganan kasus covid-19. Saat pemerintah desa bekerja keras menangani warganya yang terkena covid, kepala puskesmas justru tak mau melayani dan mengirim seluruh korban ke rsud jombang.
Akibatnya, pasien covid-19 di rsud jombang membludak sehingga petugasnya kewalahan dan pasien tak bisa tertangani maksimal. Banyak warga bandarkedungmulyo yang akhirnya meninggal dunia dengan pola penanganan seperti itu. Kepala desa Bandarkedungmulyo juga menyegel kantor puskesmas dengan cara merantai dan menggembok pintu masuk puskesmas.
Kepala desa Bandarkedungmulyo, menuntut Bupati Jombang melalui kepala dinas kesehatan agar mencopot kepala puskesmas dan menggantinya dengan pejabat lain. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, kepala desa mengancam akan mengambil alih tanah yang ditempati puskesmas karena statusnya selama ini adalah tanah kas desa.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, kepala puskesmas maupun kepala dinas kesehatan menolak diwawancarai. (red_ )
Klik link dibawah ini untuk melihat liputannya :

Posting Komentar untuk "Kesal Penanganan Warga Yang Kena Covid Dinilai Buruk, Puskesmas Disegel Kepala Desa"