Raup Omzet Belasan Juta Rupiah Dari Inovasi Kerajinan Anyaman Pandan
JOMBANG - Suasana pintu masuk di area sentra kerajinan tangan ayaman pandan anya craft yang berada di Dusun Karanggebang Desa Munungkerep Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Jawa Timur.
Mayoritas penduduk warga di Dusun Karanggebang ini, adalah pengarajin ayaman dari pohon pandan, dimana dimasa pandemi covid-19 usaha mereka tetap bisa eksis karena bahan baku daun pandan sangat melimpah. Di Desa Munungkerep ini, sekitar ada 100 warga ibu- ibu yang diberdayakan untuk membuat kerajinan ayaman dari daun pandan.
Kerajinan ayaman pandan di sini dibandrol kisaran harga 7 ribu hingga 75 ribu, yang paling di cari konsumen adalah tas, sandal, kotak hantaran, serta bantal dari daun pandan.
Nurhadi (31), sedang mengambil produk yang sudah jadi, yang di hasilkan oleh pengranjin dan di bawa ke stand kios di rumahnya untuk di kumpulkan bapak 1 anak ini menekuni usahanya sudah 2 tahunan. Produk tersebut ada, tempat tisu, tempat makeup, tas, kotak mahar, tempat madu, sandal biasa, bantal, sandal hotel dan kerjajinan yang berbahan dari ayaman daun pandan.
Nuradi menceritakan awal mula memulai usaha ini sekitar 2 tahunan, dimana melihat di sekeliling nya usaha anyaman tikar di sekitar rumahnya banyak yang gulung tikar, akhirnya berinovasi membuat produk berbahan baku tikar padan. Banyaknya bahan baku daun pandan yang melimpah disekitar rumah adalah salah satu faktor penunjang bahwa usaha kerajinan anyaman ini bisa eksis dan tidak akan kesulitan untuk bahan baku.
Nurhadi dalam menjalankan usaha nya menemui kendala salah satunya adalah pemasaran belum maksimal, inovasi produk masih kurang , serta pengolahan produk masih manual sehingga otomatis pengerjaan relatif lama.
Para ibu-ibu pengrajin sedang mencari bahan baku dengan memotong daun pandan, serta di tata kemudian di bawa untuk di jadikan bahan buat kerajinan anyaman dari daun pandan. Setelah selesai dipotong, ibu-ibu pengrajin selanjutnya memisahkan durinya dari daun pandan dan dipotong agak tipis untuk dijadikan bahan baku anyaman. Setelah selesai di potong selanjutnya, dilakukan penjemuran di bawah sinar terik matahari supaya daun pandan ini cepat kering dan mudah untuk di buat anyaman.
Ibu ibu sedang bergerombol, melakukan aktifitas, anyaman dari daun pandan dengan di bagi tugas masing-masing, ada yang mengerok daun pandan, ada yang menganyam, dibutuhkan ke ahlian khusus dalam menganyam ini. Ibu ibu ini, sangat lihai dan handal dalam teknik menganyam. Ada yang menjahit buat bantal, ada yang menata dan menjahit buat tas dan ada yang memotong untuk dilakukan packing.
Untuk pemasaran produknya Nurhadi mengatakan, sekitar Jombang, Surabaya, Sidoarjo, Malang Kalimantan, Papua, dan terakhir kerja sama di lapak sirkuit mandalika, untuk omzet perbulan kisaran 15 juta.
Nurhadi berharap peran serta dari pemerintah untuk lebih peduli, agar kerajinan anyaman pandan ini tidak punah, sehingga warga sekitar, bisa merasakan manfaat dari usaha yang di jalakan ini. (red_ )
Posting Komentar untuk "Raup Omzet Belasan Juta Rupiah Dari Inovasi Kerajinan Anyaman Pandan"